Kamis, 06 Juli 2017 - 10:48:45 WIB
Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Petani, Menuju Kesejahteraan Pembangunan Petani
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 49 kali

Tak hanya terus mengupayakan produksi tiada henti guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Aspek kesejahteraan petani juga menjadi tujuan dari pembangunan pertanian. Salah satu kuncinya adalah dengan memperkuat lembaga ekonomi di pedesaan.

Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), kelembagaan ekonomi pertanian di seluruh Indonesia yang terdaftar sekitar 631 ribu kelompok. Ada yang berbentuk koperasi, badan usaha milik desa (Bumdes) bahkan hanya sekedar gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Sejauh ini proses produksi dan penanganan hasil panen komoditas lebih banyak menekankan pada kemampuan dan keterampilan petani secara individu. Proses yang melibatkan kelembagaan, baik dalam bentuk lembaga organisasi pada umumnya masih terpusat pada proses pengumpulan dan pemasaran dalam skala tertentu.

Kelembagaan pertanian dan petani belum terlihat perannya dalam mengatasi permasalahan tersebut. Padahal fungsi kelembagaan agribisnis sangat beragam, antara lain adalah sebagai penggerak, penghimpun, penyalur sarana produksi, pembangkit minat dan sikap, dan lain-lain.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian sekaligus Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Hari Priyono mengatakan, bisnis pangan (pertanian) merupakan usaha massal dengan pasar yang luas, terlebih dengan keinginan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Sayangnya, petani masih belum bisa mengambil keuntungan besar secara ekonomi.

“Karena itu kelembagaan ekonomi petani harus mengambil peranan tersebut,” katanya saat membuka acara Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani di Bogor, beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Hari, Pemerintah dan Pemerintah Daerah berperan memfasilitasi dan memberdayakan petani melalui kelembagaan seperti Poktan dan Gapoktan agar tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. Terutama bentuk kelembagaan ekonomi petani yang berbadan hukum seperti koperasi tani, BUMP, PT, CV di bidang pertanian yang dikelola petani.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Fathan A Rasyid mengatakan, untuk penguatan kelembagaan harus ada pendampingan petani. Jika petani sudah tergabung dalam bentuk kawasan, maka tahapan berikutnya adalah membuat koorporasi dengan mengembangkan BUMDes. Artinya skala ekonomi itu harus ada. “Kalau hanya kecil, tidak dalam skala ekonomi, usaha tani tidak efisiensi,” ujarnya.

Sumber Berita : http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/menuju-lumbung-pangan-dunia-perkuat-kelembagaan-ekonomi-petani/



0 Komentar :