Rabu, 08 Maret 2017 - 08:05:57 WIB
Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Prov. NTB Harus Bersinergi Program
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 371 kali

Rapat penyususnan programa penyuluhan merupakan rapat pertemuan yang dilakukan oleh seluruh Dinas/Badan dan UPTD yang tergabung dalam rumpun hijau (27/02/2017) di Aula Balai Diklat Pertanian. Rapat penyusunan dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan.

Hal tersebut dijelaskan oleh koordinator penyuluh Ir. H. Putrajaya bahwa keterpaduan penyusunan programa penyuluhan pertanian disusun dengan memperhatikan programa pertanian penyuluhan tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota untuk tingkat propinsi dan juga dilanjutakan di tingkat nasional berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Sedangkan kesinergian pada  setiap tingkatan mempunyai hubungan yang bersifat saling mendukung.

Dengan demikian semua programa penyuluhan pertanian akan selaras dan tidak bertentangan antara programa penyuluhan pertanian dalam berbagai tingkatannya permasalahan kaitanya dalam penyusunan programa seperti belum terlaksananya pada tingkat desa/kecamatan/kabupaten/kota, naskah penyusunannya, keberadaan penyuluh pada instansi dinas/badan serta masih kurangnya bentuk partisipatif dinas inastansi terkait lainnya dalam mendukung programa penyuluhan ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut saat membuka pertemuan penyusunan programa tingkat Provinsi bersama Dinas/UPTD instansi terkait tingkat Prov. NTB Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkbunan Ir. Ibnu Fikhi menjelaskan bahwa penyusunan programa penyuluhan ini sangat penting bagi penyuluh dan dinas/badan instansi yang menanggai penyuluhan baik di kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. Dimana tufoksi penyuluhan saat ini harus disesuaikan dengan kapasistas kelembagaan penyuluhan yang ada dalam mendukung tercapainya program kegiatan target baik pusat maupun daerah. 

Selain itu, Prov. NTB ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional. Potensi sumberdaya lahan pertanian yang cukup luas, baik berupa lahan sawah dan bukan sawah yaitu seluas 256.229 hektar ungkapnya.

Dijelaskan Sekretaris Distabun Prov. NTB bahwa dengan luas lahan 256.229 ha Prov. NTB, diasumsikan luas pemanfaatannya adalah tiga kali luas lahan sawah baku yaitu sekitar 777.687 ha, yang dimanfaatkan untuk penanaman padi dan palawija. Sehingga lahan sawah memiliki pemanfaatan yang sudah maksimum. Fakta tersebut memberikan makna bahwa peluang penambahan areal jagung pada lahan sawah sudah tidak memungkinkan lagi dan sebagai alternatifnya adalah melalui peningkatan pemanfaatan lahan bukan sawah. Dalam dukungan program pusat yaitu UPSUS Pajale (Padi, jagung dan kedelai) rencana pengembangan sector komoditi jagung tahun 2017 seluas 400.000 hektar di Prov. NTB dengan 2 pulau yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa, akan dikembangkan di lahan sawah seluas 215.553 hektar dan lahan bukan sawah seluas 185.000 hektar difokuskan di Pulau Sumbawa.

Penambahan lahan jagung di Pulau Sumbawa tersebut berdasarkan asumsi bahwa Pulau Sumbawa memiliki potensi lahan bukan sawah yang cukup luas bila dibandingkan dengan Pulau Lombok yang terdistribusi di 5 kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa yaitu Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Kaitanya bahwa penyusunan programa penyuluhan tersebut merupakan rencana yang tertulis dengan susunan secara sistematis dalam memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian penyuluhan. Sehingga hasil yang didapatkan dapat terukur, realistis, bermanfaat yang dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis serta  bertanggung jawab



0 Komentar :