Kamis, 19 Januari 2017 - 07:45:11 WIB
Sekolah Gratis Menjadi Petani Bergelar Sarjana
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Penyuluhan Pertanian - Dibaca: 375 kali

Sudah 150 anak petani yang diberikan beasiswa kuliah bidang pertanian dari Kementerian Pertanian. Mereka diharapkan menjadi petani menggantikan orangtuanya yang sudah menua. Mereka adalah generasi petani yang berijazah sarjana.

Mereka jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pending Dadih Permana kuliah di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian  dan gratis dari mulai masuk, biaya pendidikan, biaya di asrama, sampai pendidikan selesai.

“Syaratnya adalah anak  petani dan direkomendasi oleh daerah bahwa dia benar-benar anak petani. Anak penyuluh pun boleh.  Itu bagian dari insentif agar Kita bisa menarik generasi muda agar tetap mencintai pertanian," tambah  Dadih saat penandatanganan kinerja bersama eselon 2 BPPSDMP pusat dan UPT di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (17/1).

     "Kontrak kerja ini ritual tahunan konsekuensi masing-masing pejabat dalam mengawal instrumen program melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan setiap DIPA harus dipertanggungjawabkan dan dijamin kinerjanya sehingga mereka harus membuat penetapan kinerja melalui penandatanganan perjanjian kinerja dengan atasannya."

     Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP), Pending Dadih Permana pada     Pending mengatakan, dokumen tersebut menjadi acuan mereka untuk menyelenggarakan instrumen program.

Namun tentunya tidak terpaku disitu, lanjut Dadih instrumen program ini bersifat stimulan. Sehingga UPT maupun balai besar menunjukkan inovasi dan kreativitasnya. Karena  ada peluang balai bisa bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa melakukan pelatihan. "Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Kita juga bisa bekerjasama dengan pemerintah kabupaten untuk mendorong proses regenerasi melalui pendidikan dimana Kita bisa mempersiapkan calon-calon penyuluh yang dirancang oleh masing-masing kabupaten melalui kerjasama pendidikan mendidik mereka menjadi tenaga ahli di bidang pertanian melalui pendidikan yang Kita berikan di STPP," ungkapnya.

     Penandatanganan ini dilakukan di sela Rapat Pimpinan (Rapim) yang dilaksanakan oleh BPPSDMP. "Kita konsolidasi, melakukan harmonisasi terhadap seluruh instrumen program yang ada sehingga dinamika di lapangan itu benar-benar masih dalam koridor yang Kita tetapkan untuk mencapai tujuan keberhasilan pembangunan khususnya di BPSDMP untuk mem-back up seluruh program dari Direktorat Jenderal (Ditjen) teknis yang harus Kita kawal," terang Pending.

     Baginya, BPSDMP ini merupakan lembaga supporting. Jadi mendukung seluruh Ditjen Pangan, Hortikultura, Peternakan dengan SIWAB-nya. "Tiga balai Kami dedikasikan penuh untuk mem-back up itu. Mahasiswa STPP juga ikut mengawal SIWAB di seluruh wilayahnya. Ini bagian dari komitmen di BPSDMP," tutupnya.

 

sumber berita : http://tabloidsinartani.com



0 Komentar :