Selasa, 23 Agustus 2016 - 22:28:01 WIB
Pelatihan Pertanian Konservasi Bagi Penyuluh Se Kabupaten Lombok Utara
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Penyuluhan Pertanian - Dibaca: 615 kali

Dalam upaya mencapai pertanian yang berkelanjutan dan memperbaiki mata pencahariian melalui peningkatan hasil pertanian dengan mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah serta  menjaga kelembaban tanah. Dilakukan pendekatan berupa Sekolah Lapang Pertanian Konservasi (SL-PK) terhadap para penyuluh se Kabupaten Lombok Utara. Sekolah lapang pertanian konservasi yang diselenggarakan oleh FAO bekerjasama Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kab. Lombok Utara selama 4 hari mulai 23 s/d 26 Agustus 2016. Kegiatan yang merupakan  proses belajar orang dewasa dalam satu kelompok tani dilakukan di lahan terbuka pertanian konservasi secara langsung setelah melakukan belajar teori dalam ruangan selama sehari dan 3 hari pratek langsung di lahan demplot.

Dengan curah hujan yang relatif singkat terutama pada daerah lahan pertanian kering menjadi salah satu alternaitif pada pola tanam menggunaan pertanian konservasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKP4K Kab. Lombok Utara “Nurtha Darma Sucaka” saat membuka pelatihan pertanian konservasi bagi penyuluh di BP3K Kecamatan Kayangan.

Bahwa dengan konsep pertanian konservasi seperti pengolahan tanah secara terbatas, penutupan tanah oleh sisa tanaman dibiarkan di lahan dalam mencegah erosi, menghambat pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah. Serta pergiliran tanaman dengan melakukan tumpangsari dan rotasi tanaman yang tepat dari musim ke musim akan memberikan kesuburan tanah melalui penambatan hara oleh tanaman legum pada pola tanam lahan kering yang ada di Kabupaten Lombok Utara seperti kayangan dan bayan tegasnya.

Sedangkan manager pertanian konservasi “Ujang Suparman” menjelaskan peserta pelatihan melibatkan 25 penyuluh kecamatan dan 2 penyuluh dari Bakorluh Provinsi dan 30 orang berasal dari 2 kelompoktani setempat. Untuk memberikan pemahaman pengetahuan dan kemampuan secara teknis tentang pertanian konservasi secara langsung melalui pedekatan sekolah lapang.

Pelatihan dengan melibatkan penyuluh sebagai garda terdepan petani menjadi dasar utama dalam memperkenalkan pertanian konservasi didaerah sesuai dengan wilayah kerjanya. Sehingga upaya perluasan lahan secara bertahap dapat ditempuh melalui pembekalan dan pelatihan kepada penyuluh dilapangan ungkapnya.

Dijelaskan juga bahwa pertimbangan untuk memulai pertanian konservasi ada beberapa hal pertama Meningkatkan hasil pertanian. Pada pertanian kenvensional, umumnya hasil tanaman cenderung menurun karena menurunnya kesuburan tanah sebagai akibat teknik budidaya yang kurang tepat.  Sedangkan dalam pertanian konservasi mecegah kehilangan tanah karena erosi, meningkatkan kelembaban tanah, menjaga kesuburan tanah sehingga hasil tanaman lebih stabil bahkan dapat meningkat dalam kurun waktu panjang/bertahap.

Kedua menekan biaya, biaya pengolahan tanah, tenaga kerja, sarana produksi seperti pupuk dan pestisida terus meningkat akibatnya hasil tanaman cenderung menurun.  Untuk pertanian konservasi menganut pengolahan tanah terbatas dan mengggunakan sarana produksi kimiawi secara terbatas sehingga dapat menurunkan biaya dengan hasil tanaman yang sama atau lebih baik.

Terakhir mengantisipasi keterbatasan tenaga kerja. Pertanian konservasi mengurangi kebutuhan tenaga kerja seperti tenaga kerja pengolahan lahan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit, terutama mulai musim tanam kedua dan selanjutnya tegasnya.



0 Komentar :