Kamis, 02 Oktober 2014 - 07:09:11 WIB
Kepala Bakorluh Kunjungi Kelompok Tani Hutan Lembah Hijau dan Kelompok Bungin Mandiri di Kab. Sumbaw
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 13968 kali

Ditulis Oleh Lale Vera Silvia Udiantari, S.Pt (Penyuluh Pertanian Bakorluh Prov. NTB)

 

Kunjungan lapangan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2014 dalam rangka monitoring dan Evalusi perkembangan kegiatan kelompok yang ada di Kabupaten Sumbawa. kunjungan dilaksanakan di dua kelompok yaitu kelompok tani hutan lembah hijau dan kelompok Bungin Mandiri

Kelompok tani hutan Lembah Hijau berlokasi di Desa Karang Dima Kecamatan Badas Kabupaten Sumbawa  dengan jumlah anggota sebanyak 16 orang. Witarsa selaku ketua kelompok secara swadaya dan mandiri menggerakkan anggotanya untuk bekerja, menjaga, menyelamatkan dan mengelola lingkungan hutan secara berkelanjutan dengan harapan menjadikan lingkungan hutan terjaga tetap lestari dan memberi nilai tambah secara ekonomi.

Kelompok wanatani lembah hijau melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari pendidikan lingkungan kepada warga, konservasi lingkungan, pengembangan usaha berbasis hasil hutan non kayu hingga persiapan awal pengembangan tanaman ekowisata seluas tiga hektar. Wanatani lembah hijau secara berkala melakukan kegiatan penanaman bibit bersama – sama anak sekolah dan madrasah di seputaran Kecamatan, upaya penyadaran warga juga dilakukan melalui kegiatan pembibitan bersama yang hingga saat ini telah mampu dilakukan pada areal hampir 40 Ha. Setiap tahunnnya tak kurang dari dari 20 – 25 ribu bibit tanaman hutan terutama pohon jati siap disebarkan untuk ditanam kembali di hutan sekitar desa, lahan kelompok dan sisanya ikut dinikmati oleh beberapa kelompok tani dari desa lainnya.

Keterbatasan modal dan akses pasar menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan usaha madu alam sebagai produk hutan non kayu. Salah satu cara mengatasi tantangan ini dengan mendorong Badan Usaha Milik Negara seperti pertamina untuk menjadi bapak angkat kelompok wanatani lembah hijau, selain itu juga sumber dana diperoleh melalui swadaya warga dan anggota dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan. Sehingga pembentukan koperasi menjadi agenda prioritas sebagai wadah pengelolaan sumberdana yang lebih besar dan berkelanjutan.

Pada tahun 2014 kelompok tani hutan lembah hijau terpilih sebagai kelompok tani hutan teladan tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat dan pada tahun yang sama masuk 10 (sepuluh) besar nasional. Keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari peran penyuluh pendamping yaitu Darmansyah, SP yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada kelompok wanatani lembah hijau tentunya dengan harapan ke depannya bisa terus berkembang, baik luas areal, jenis tanaman, hasil pembibitan dan penerima manfaatnya.

Kunjungan selanjutnya dilaksanakan di kelompok Bungin Mandiri. Kelompok Bungin Mandiri bergerak pada bidang bidadaya perikanan laut, usaha ikan hias dan pembesaran ikan kerapu, terbentuk pada tahun 2014 sebagai tindak lanjut dari hasil magang budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Balai Budidaya Laut Sekotong yang difasilitasi oleh Sekretariat Bakorluh Provinsi NTB. Dengan ilmu yang diperoleh dari hasil magang tersebut dan akses informasi melalui internet, Tison sahabudin menggerakkan pemuda setempat untuk melakukan usaha budidaya secara bersama – sama.

Pelatihan budidaya ikan keramba yang difasilitasi oleh Sekretariat Bakorluh juga memberikan dampak terhadap semangat belajar dan rasa ingin tahu anggota kelompok secara langsung tentang tehnik budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA). Sehingga secara swadaya tison sahabudin selaku ketua kelompok Bungin Mandiri mengirim 6 (enam) orang anggota kelompok untuk mengikuti pelatihan budidaya ikan jaring Apung Keramba (KJA), mengenal penyakit ikan dan upaya pencegahannya di Balai Budidya Laut Sekotong. Dan saat ini kelompok bumin mandiri mulai menata perikanan laut yang ada di daerah setempat.

Memilih budidaya ikan tentunya memiliki alasan tersendiri bagi kelompok Bungin Mandiri salah satunya yaitu memberikan kesempatan pada ikan-ikan alami, terumbu karang dan segenap biota laut untuk pulih secara alamiah dalam jangka waktu puluhan tahun; dengan budidaya ikan masyarakat nelayan dapat leluasa memilih spesies ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi untuk dipelihara; selain kegiatan perikanan laut, budidaya perikanan juga dapat mendatangkan dampak pariwisata yang menjanjikan, dapat berupa hotel-hotel terapung, rumah makan apung, penyajian ikan bakar dan wisata mancing adalah dampak ikutan yang cukup logis dan menjanjikan. Kegiatan budidaya pada nelayan tangkap yang awalnya diposisikan sebagai penghasilan tambahan, selanjutnya bertahap akan menjadi sumber pendapatan utama yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



0 Komentar :