Selasa, 03 Juni 2014 - 14:59:29 WIB
Petani Nelayan Siap Berpesta PEDA NTB Ikhtiarkan Kesejahteraan
Diposting oleh : Asti Afianingrum, SE
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 1363748 kali

Para petani dan nelayan di NTB siap berpesta. Tapi, jangan bayangkan pesta yang digelar untuk berhura-hura. Mereka akan berkumpul untuk menentukan nasib ke depan. Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan perikanan akan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Para petani-nelayann yang tergabung dalam ratusan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA ) seluruh NTB mulai hari ini akan menggelar serangkaian diskusi pengembangan pertanian-kehutanan-kelautan. Kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji  ini membahas berbagai isu terkini di sektor tersebut.

“kita mantapkan langkah bersama untuk mendukung berbagai program terkait di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan kelautan,” kata Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan NTB  Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM, kemarin.

Provinsi NTB yang masuk dalam koridor V Master Plan Perluasan dan Percepatan Ekonomi Indonesia ( MP3EI ), dengan sektor utama pariwisata dan pangan, menempatkan sektor pertanian dalam artian umum sebagai progam utma dan strategis. Apalagi, sebagian besar warga masih mengandalkan pertanian sebagai sandaran ekonomi.

Posisi penting NTB sebagai salah satu lumbung pangan memberikan dampak pada ketersediaan pangan. Jika pertanian di NTB terganggu, maka akan berdampak juga secara nasional.

Dalam evnt PEDA 2014 ini, para petani dan nelayan yang ikut ambil bagian sekitar 667 orang. Tentu para petani-nelayan ini tidak mau ketinggalan untuk memberikan masukan maupun berbagai persoalan yang dihadapi. Sehingga aka nada jalan keluar dan kebijakan yang harus diambil pemerintah. Tidak hanya itu, bagaimana peran peneliti, maupun perguruan tinggi juga akan terus dilibatkan. Sehingga ada hubungan kemitraan antara petani-nelayan dengan pemerintah dan peneliti. Termasuk juga dengan kalangan usahawan.

Pentingnya sinergitas antar semua pihak ini juga ditegaskan Husnanidiaty dalam upaya meningkatkan sektor pertanian. Sebab masing-masing pihak tidak bias berdiri sendiri , tetapi memiliki peran masing-masing yang saling menguatkan. Termasuk bagaimana peran Bakorluh dalam upaya transfer pengetahuan terhadap para petani-nelayan sehingga kualitas maupun kuantitas hasil produksi pertanian semakin meningkat.

Salah satu tagline yang konsisten untuk terus dijalankan Bakorluh adalah “apapun programny, Penyuluhan Kuncinya”. “ke depannya kita semua sama-sama termotivasi dan bertanggung jawab untuk memajukan sektor ini,” katanya.

Tidak hanya itu, sinergitas antar SKPD lingkup Pemprov NTB juga tidak kalah penting. Sehingga sebelum PEDA digelar diadakan rapat koordinasi antar SKPD yang termasuk dala “Rumpun Hijau”, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan lainnya. Dengan sinergitas antar SKPD sebagai kesatuan tim pemerintah daerah melakukan koordinasi dan pembinaan, maka upaya memajukan sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan dan kelautan bias optimal.

Dalam PEDA kali ini, para petani-nelayan akan melakukan temu wicara dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Dialog interaktif antar rakyat dan pemimpinnya ini menjadi salah satu upaya untuk memantapkan kebijakan pemerintah di daerah. Tidak hanya itu, dalam event ini akan diberikan juga penghargaan di bidang pertaian, kehutanan dan perikanan. Penghargaan itu diberikan pada kelompok masyarakat maupun para petugas lapangan.

Termasuk juga ada rangkaian kegiatan yang akan memfasilitasi untuk temu profesi. Dalam temu profesi ini akan dibahas berbagai upaya pengembangan kemampuan, kemandirian dan profesionalisme petani-nelayan. “nanti ada juga sesi berbagai kisah sukses antara petani, nelayan, petugas lapangan, penyuluh,” imbuh Husnanidiaty yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Usai PEDA para petani-nelayan kembali akan melanjutkan agenda yang sama ke jenjang yang lebih luas yakni Pekan Nasional ( PENAS ). Pertemuan akbar para tani nelayan seluruh Indonesia ini akan digelar 7-14 Juni 2014 di Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepajen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Dalam event nasional ini para petani-nelayan juga akan menampilkan atraksi seni budaya yang dimiliki masing-masing daerah sehingga bias menjadi duta pariwisata NTB. ( Lombok Post )



    0 Komentar :